Isu Rasial di Ukraina

99 views

Isu Rasial – Nampaknya isu rasial ini membuat sebagian orang di Inggris berpikir seribu kali untuk mendukung langsung The Three Lions di Ukraina. Hal ini yang menjadi latar belakang mengapa mereka takut untuk memberikan dukungan langsung di Ukraina. Adalah Sol Camphell, salah satu pemain asal Inggris ini juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai isu rasial. Bahkan ia ikut juga memberikan peringatan kepada para suporter yang berpotensi menjadi sasaran rasis untuk mengurungkan niat mereka menyaksikan langsung Euro 2012.

Camphell mengatakan bahwa tetaplah di rumah dan menonton EURO 2012 ini melalui siaran televise saja, hal ini dilangsir oleh Mirror, Senin (28/5/2012). Jangan mengambil risiko. Kalian mungkin bisa saja kembali dengan peti mati lanjut Champhell.

Nampaknya kekhawatiran akan isu rasial membuat Campbell seolah menyetujui sikap keluarga dua pemain Inggris berkulit hitam, yakni Theo Walcott dan Alex Oxlade – Chamberlain. Dimana mereka menyatakan tidak akan berangkat ke Ukraina untuk menonton Euro, hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran oleh ancaman isu rasial.

Pada dasarnya kekhawatiran akan isu rasial tersebut memang beralasan. Polisi Inggris yang sudah mengunjungi Polandia-Ukraina meminta agar para fans atau supporter untuk tidak bereaksi terhadap nyayian suporter tuan rumah yang berbau rasis. Disamping itu sejumlah agen perjalanan juga ikut memberikan saran kepada orang yang memiliki latar belakang Asia – Afrika dan memiliki agama minoritas untuk berhati-hati jika ingin menyaksikan EURO 2012 di Ukraina. Organisasi Suporter juga mengatakan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di sepakbola, tapi itu tetap menjadi masalah di Ukraina.

UEFA juga mencoba bersikap tegas untuk mengatasi problem isu rasial yang nampaknya dapat menodai turnamen di Benua Biru Juni-Juli itu. Organisasi sepakbola tertinggi di Eropa tersebut tidak akan memberi toleransi terhadap tindakan rasial. Mereka mengatakan bahwa Euro 2012 memberikan akan memberikan kesempatan kepada negara tuan rumah untuk melawan isu rasial tersebut. Kami tidak menoleransi persoalan rasis dan wasit memiliki wewenang untuk menghentikan atau menunda pertandingan bila insiden rasial terjadi.

Selama ini Sepakbola di Eropa Timur dikenal kurang bersahabat dengan para pemain berdarah Afrika. Tahun lalu, Persatuan Sepakbola Bulgaria dikenai denda 34,230 pounds karena insiden pelecehan terhadap Ashley Young. Dan pada tahun 2008, pemain Inggris lain, Emile Heskey diteriaki “nyanyian monyet” oleh fans Kroasia, begitu pula yang dialami Roberto Carlos di Russia. Kerasnya Eropa Timur bagi pemain kulit hitam juga diungkapkan mantan pelatih Zenit St Petersburg Dick Advocat. Dia mengaku sampai harus meminta izin kepada fans dulu sebelum mengontrak pemain berkulit hitam. Semoga isu rasial ini dapat diatasi oleh Ukraina.

Tags: #Isu Rasial di Ukraina